BUMN Klaster Pariwisata dan Jasa Pendukung: Global Key Trend
Tren Setelah Pandemi
Pandemi mendorong adanya disrupsi dari sektor pariwisata dan diperkirakan akan banyak mengubah tren pariwisata ke depan. Recovery untuk industri pariwisata diperkirakan akan memakan waktu yang lebih lama dibandingkan industri lain dan ekspektasi konsumen terhadap kebersihan dan fleksibilitas akan semakin meningkat dan mengarah pada proses yang lebih contactless atau digital.
Pilihan pariwisata dari para wisatawan juga akan berubah, lebih berorientasi pada sustainability dan juga peningkatan digital nomad seiring meningkatnya tren remote working. Analisis statistik The Global Mobile Workforce mencatat terdapat sekitar 1,52 miliar orang mobile workforce secara global dan pada tahun 2023, angka ini diprediksi hingga 1,88 miliar orang yang melakukan remote working atau setara dengan 43,3% dari angkatan kerja (labor workforce) global.
Pergeseran tren pilihan pariwisata diprediksi akan mengarah pada value-based tourism, di mana konsumen akan melakukan perjalanan wisata yang menggambarkan ketertarikan atau value mereka. Kondisi ini terwakili dengan tren blended travel (bleisure). Banyak konsumen-terutama yang berada dalam angkatan kerja-kembali melakukan redefining dari work-life balance dan memilih bekerja dari mana saja sekaligus traveling. Value-based tourism yang menawarkan package khusus seperti olahraga, wellness (yoga atau spa) atau eco-tourism diprediksi akan melampaui package pariwisata standar pada periode 2023-2027, dengan rata-rata pertumbuhan economic value di atas 12%.
