BUMN Klaster Pariwisata dan Jasa Pendukung : Management Actions
Di sisi lain, meskipun Garuda Indonesia saat ini tengah mengalami berbagai adjustment terutama setelah adanya restrukturisasi dan dampak pandemi, Garuda Indonesia tetap konsisten untuk berfokus pada arah pengembangan bisnis berkelanjutan. Garuda Indonesia sudah mengembangkan konsep Green Airline dengan tujuan menjadikan maskapai penerbangan yang selaras dengan masyarakat dan alam. Garuda juga merupakan founding member dari Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD).
Berbagai pencapaian Garuda Indonesia antara lain berhasil menghemat avtur sebanyak 12,8 juta liter atau setara dengan 32,1 juta kg CO2. Penurunan ini otomatis berdampak positif terhadap penurunan emisi GRK, tercatat reduksi emisi GRK mencapai 12,4 juta kg CO2eq pada tahun 2021. Efisiensi penggunaan listrik juga tercatat sebesar 1.368 kWh pada tahun 2021 dibandingkan 2020.
AirNav Indonesia melalui kerja samanya dengan IATA berfokus pada peningkatan pengelolaan Air Traffic Management dan peningkatan efisiensi pelayanan navigasi penerbangan. Adapun salah satunya adalah pengembangan rute penerbangan internasional berbasis preferensi operator penerbangan, atau User-Preferred Routes (UPRs) yang telah berkontribusi dalam peningkatan efisiensi penerbangan, khususnya pada masa pandemi Covid-19.
UPRs adalah metode manajemen ruang udara dengan konsep free-route airspace ini menghasilkan rute-rute alternatif yang dapat dipilih maskapai menyesuaikan dengan arah angin, panjang rute dan lainnya. Dengan tagline “For Greener Indonesia Sky”, UPRS memiliki potensi tinggi untuk mengurangi emisi gas buang bahan bakar di udara. Selama periode Mei sampai Oktober 2022, potensi emisi karbon yang berhasil direduksi melalui penerapan program ini adalah secara total sebesar 94,5 juta ton.
Sementara itu, ITDC melakukan berbagai inisiasi yang tidak jauh berbeda, melalui berbagai inisiasi CSR untuk pembangunan prasarana dan sarana umum mencapai sekitar Rp 715,4 juta pada tahun 2021. ITDC juga menjalankan inisiatif untuk mengatasi berbagai isu lingkungan seperti: penanaman tanaman sebanyak 171.935 polybag, pelestarian terumbu karang sebanyak 3 kali setahun, penanganan abrasi; pembersihan pantai; penjagaan area resapan hujan dan pembuatan kompos.
Selain itu ITDC juga melakukan pemantauan efisiensi penggunaan sumber daya aktivitas operasional terkait penggunaan kertas; konsumsi bahan bakar minyak; konsumsi energi listrik yang tercatat turun sebesar 365 kWh di tahun 2021 dibandingkan 2020; serta konsumsi air pada tahun 2021 menurun sekitar 3.420 m3 dibandingkan tahun 2020. ITDC juga berhasil mendapatkan penghargaan BUMN CSR Award tahun 2021 dari Provinsi Bali.
