BUMN dan Asing Targetkan Tahun Depan Capai Kesepakatan Bisnis Baterai Kendaraan Listrik
BUMNINC.COM I Kesepakatan pembentukan holding badan usaha milik negara atau BUMN untuk menjalankan bisnis baterai hingga kini belum terealisasi. Padahal perusahaan Korea Selatan dan China telah berminat bergabung dalam bisnis tersebut.
Direktur Utama MIND ID atau Inalum Orias Petrus Moedak mengungkapkan, saat ini Antam dan Pertamina, dua perusahaan yang akan jadi anggota Indonesia Battery Holding atau IBH, tengah melakukan negosiasi lanjutan dengan dua investor global. Investor asing yang dimaksudnya yakni perusahaan baterai LG Chem (Korsel) dan Contemporary Amperex Technology Co., Limited (China) .
“Diharapkan awal tahun depan, kesepakatan dengan calon mitra di dalam value chain baterai ini, baik dari tambang sampai battery pack hingga masuk daur ulangnya itu bisa kita sepakati,” kata Orias dilansir dari Antara, Selasa (8/12/2020).
Orias menjelaskan Antam telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kesepakatan awal dengan konsorsium CBL dari China yang dipimpin oleh CATL. Di saat yang bersamaan, LG Chem juga telah melakukan penandatanganan kesepakatan melalui pemerintah untuk kerja sama serupa.
Ia melanjutkan, IBH hingga saat ini memang belum terbentuk secara resmi meski sudah ada surat penugasan Menteri BUMN sebagai dasar pembentukannya.
“Pendirian holding baterai saat ini belum terjadi, dalam arti belum ada satu PT yang dibentuk. Tapi secara sendiri-sendiri sesuai penugasan yang disampaikan Menteri BUMN, Antam melanjutkan dengan CBL dan Pertamina memimpin negosiasi untuk LG Chem,” terang Orias.
“Jadi ini pembagian tugas sesuai arahan Menteri BUMN supaya bisa berjalan dengan cepat rencana holding baterai ini dan juga rencana kerja sama dengan mitra-mitra asing,” kata dia lagi. Berdasarkan surat penugasan Menteri BUMN, MIND ID, Antam, Pertamina dan PLN merupakan empat pemegang saham utama Indonesia Battery Holding (IBH).
