Dehidrasi Bisa Bikin Stres
Tanpa disadari proses tersebut membuat volume air keluar dari tubuh, hingga bisa membuat dehidrasi. Di lain sisi, dehidrasi juga bisa membuat stres kian parah. Ini karena saat dehidrasi, proses sirkulasi juga akan terhambat. Dampaknya, oksigen yang dibawa ke otak dan bagian tubuh lainnya jadi lebih sedikit. Inilah yang menyebabkan gangguan mood dan kesulitan konsentrasi—yang bisa terjadi saat mengalami dehidrasi ringan. Sehingga, stres malah sulit diatasi.
Jadi, antara stres yang bikin dehidrasi atau dehidrasi yang bikin stres, terus berputar. Adapun stres yang berkepanjangan berkaitan erat dengan pola konsumsi air yang lebih sedikit, sehingga terjadi gangguan kelelahan adrenal dan depresi.
Oleh karena itu, salah satu kunci untuk mencegah atau mengatasi stres ialah dengan minum air yang cukup. Dengan begitu, lingkaran setan antara kurang minum dan stres bisa diakhiri.
Nah, untuk mencegah kekurangan cairan dan menghilangkan stres, Kamu mesti tahu kapan tubuh mulai kekurangan air. Segeralah minum air saat haus dan warna urine lebih gelap.
Kamu mesti tingkatkan konsumsi air jika beraktivitas fisik yang berat, di lingkungan yang panas, dan banyak berkeringat. Minumlah air yang cukup sekitar 2-4 liter sehari. Ingat, pilihlah sumber air yang baik seperti air mineral dan hindari minuman ringan. Pastikan lupa untuk selalu menaruh botol minum air putih dekat dari jangkauanmu, agar mudah diambil

