Kemenkop UKM Gulirkan Empat Transformasi untuk Pengembangan UMKM
Dalam webinar hibrid bertajuk Empowering Sektor Mikro-Kecil untuk Resiliensi di Masa Pandemi COVID-19, Eddy menjelaskan, pada kurun tahun 2020 sampai 2021 pemerintah telah menggelontorkan Rp700 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Dari jumlah tersebut, tahun lalu, sebanyak Rp123 triliun dialokasikan untuk KUR dan non KUR, imbal jasa penjaminan dari Jamkrindo dan Askrindo, bantuan Presiden (banpres) produktif, serta bantuan modal melalui koperasi.
Selain itu, Eddy juga menyambut baik berdirinya Holding Ultra Mikro beberapa waktu lalu. Holding ini terdiri dari tiga BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk, dan PT Permodalan Madani (Persero) serta PT Pegadaian (Persero), sebagai anggota.
“Holding bisa memastikan penyaluran kredit UMKM terjamin. BRI sudah mendesa dan merakyat, PNM dan Pegadaian juga bisa mempertajam penyaluran kredit serta membina dan memberi pelatihan bagi UMKM. Sementara kami dari Kementerian, siap membantu dari pelatihan, perizinan, sertifikasi usaha, HKI, izin edar, SNI, sampai sertifikasi halal,” urai Eddy.
Menurutnya lagi, saat ini Kemenkop dan UKM sedang menjalankan empat program transformasi untuk UMKM, yakni:

