Erick Sebut BUMN Karya Salah Satu yang Paling Banyak Utang, Ini Kata Dirut Waskita Karya
BUMNINC.COM | Sebelumnya, saat rapat bersama Komisi VI DPR di Gedung DPR/MPR, pada Rabu (20/1/2021), Erick Thorhir meneybut BUMN Karya sebagai salah satu sederet perusahaan BUMN yang paling banyak utangnya.
“Ketika kami mencoba restrukturisasi KRAS tentu sekarang challenge yang kita hadapi ini ada tiga, salah satunya PTPN yang mempunyai nilai utang cukup besar 40 triliun rupiah lebih, dan juga di BUMN Karya yang memang masih berjalan [restrukturisasi],” kata Erick. Porsi utang itu, paling tinggi atau sebesar 34 persen berupa fasilitas modal kerja jangka pendek.
Menteri BUMN itu mengungkapkan, restrukturisasi utang akan terus dilakukan oleh beberapa perusahaan BUMN dengan nilai kewajiban yang tinggi. Salah satunya merupakan BUMN Karya.
Mendengar singgungan itu, emiten konstruksi BUMN, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menargetkan dapat menyelesaikan restrukturisasi utang perusahaan pada akhir kuartal I-2021.
Namun, Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono, mengakui bahwa proses restrukturisasi ini telah dimulai sejak kuartal terakhir tahun lalu.
Ia mengatakan upaya restrukturisasi ini dilakukan perusahaan untuk mengalihkan beban utang jangka pendek menjadi lebih panjang, sehingga sesuai dengan proyek investasi perusahaan yang berorientasi jangka panjang.

