Ramai Kabar Perusahaan BUMN Akan Go Public, Ini Kata Pengamat
BUMNINC.COM | Ramai kabar perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah melakukan transformasi, pengamat BUMN angkat bicara.
Pasalnya , transformasi itu akan mengarahkan perusahaan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/ IPO), untuk menambah dana segar perusahaan.
Belum lama ini, Menteri BUMN Erick Thohir, sempat memaparkan bahwa akan ada 8 sampai 12 perusahaan BUMN yang akan go public dalam 3 tahun kedepan yakni, tahun 2021 sampai 2023.
Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers via youtube bertajuk ‘Index debut PT Bank Syariah Indonesia’, Kamis (4/2/2021).
Sementara, Pengamat BUMN, Toto Pranoto mengungkapkan, pilihan BUMN melakukan IPO merupakan suatu hal yang bagus.
Karena, ditengah tidak kondusifnya keuangan akibat dampak pandemi Covid-19 selama 2 tahun kebebelakang, IPO dinilai menjadi satu hal yang bagus untuk sisi pendanaan.
“Dengan ekspansi melalui IPO prospeknya akan baik,” kata Toto, Kamis (4/2/2021).
Akibatnya, lanjut Toto, tidak bisa dinafikkan bahwa utang BUMN menjadi sangat besar. Terhitung Rp 1600 triliun hingga saat ini.
“Bisa dibilang pertumbuhan utangnya cepat untuk 2 tahun terakhir,” kata Dosen FEB UI itu.
Namun, jika dilihat kebelakang, utang itu bukan tanggung jawab perusahaan semata. Karena perusahaan BUMN juga kerap mendapat penugasan dari pemerintah sebagai mandat kerja.
Sejauh ini, beberapa perusahaan BUMN untuk menambah keuangannya, beberapa diantaranya menerbitkan global bonds.
Di sisi lain, pemerintah juga memberikan suntikan bagi perusahaan, sehingga kemampuan mereka untuk bisa membayar investasi cukup baik dan lancar.
Toto pun menambahkan, dampak positif lain dari perusahaan yang sudah go public/IPO memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan yang belum. Terutama dalam hal transparansi pendanaan.
“Mereka akan dilihat semua orang di publik. Saya kira realistis, sebagian pembiayaan yang dikerjakan BUMN akan dikembalikan pemerintah,” ucapnya.




