Evaluasi Kinerja BUMN dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
Termasuk juga dalam pipeline ini adalah PMN buat PT PAL hampir Rp 2 triliun buat pengembangan fasilitas produksi kapal selam.
Bagaimana rencana penggunaan dana ini? Dalam program PEN 2020 salah satu item adalah percepatan pembayaran piutang negara atas subsidi yang sudah dikerjakan BUMN seperti Pertamina, PLN dan Pupuk Indonesia. Piutang ini relative besar karena di PLN dan Pertamina saja secara gabungan angkanya diperkirakan di atas Rp 100 triliun, sementara di PI diperkirakan hampir Rp 17 triliun .
Piutang ini kalau pembayaran bisa dipercepat jelas akan sangat membantu cashflow perusahaan plat merah ini. Paling tidak biaya bunga pinjaman (capital charges) ke kreditur bisa dikurangi.
Dalam PEN 2020 juga terdapat injeksi PMN untuk penguatan basis penjaminan UMKM supaya bisa segera reaktivasi bisnis. PMN ini dialokasikan ke Jamkrindo dan Askrindo hampir sebesar Rp 6 triliun. Harapannya gearing ratio ke dua perusahaan ini akan meningkat sehingga kapasitas penjaminan bisa meningkat. Demikian pula tambahan PMN ke ITDC sekitar Rp 800 miliar dimaksudkan supaya percepatan pembangunan KEK Mandalika bisa lebih dipercepat, sehingga rencana pagelaran race di sirkuit GP 500 di November 2021 bisa digelar. Kalau bisa terlaksana dengan lancar, maka ini bisa menjadi pilar kebangkitan pariwisata Indonesia pasca Covid-19.
Terkait injeksi pinjaman modal kerja ke Garuda Indonesia dan Krakatau Steel memang perlu perhatian khusus. Bahkan sejak sebelum pandemi Covid-19 kinerja ke dua perusahaan plat merah yang sudah Tbk ini tidak menggembirakan alias merugi. Problem terkait investasi yang tidak tepat guna, sebagian akibat GCG yang buruk, menjadi faktor penyebabnya.
Dibutuhkan pengawasan dan monitoring yang lebih ketat untuk implementasi recovery di ke dua BUMN ini. Sementara pinjaman modal kerja ke KAI dibutuhkan karena transporter ini mengalami dampak PSBB yang cukup dalam.
