Fenomena Merger Pelindo
Adapun lingkup Perjanjian KPBU adalah penyediaan suprastruktur di Pelabuhan Patimban untuk kapasitas terminal petikemas sebesar 3,75 Juta TEUs dan kapasitas terminal kendaraan sebesar 600.000 CBUs dengan jangka waktu kerja sama selama 40 tahun. Konsorsium yang dipimpin kelompok usaha CT Corporation ini didorong segera melakukan konsorsium dengan Toyota Tsuso Corporation.
Dengan situasi persaingan industri pelabuhan ke depan yang lebih kompetitif maka upaya merger Pelindo diharapkan bisa meningkatkan daya saingnya.
Untuk meningkatkan kepercayaan publik, maka mesti ada quick wins program dalam jangka pendek. Misal konsolidasi di cost structure yang lebih ramping dan efisien ,sehingga angka bottom line perusahaan bisa meningkat
Dalam jangka Panjang setelah PT Pelabuhan Indonesia terbentuk tentu ekspektasi publik dan konsumen akan makin meningkat akan layanan yang makin bagus dan harga yang terjangkau.
Ini bisa tercipta kalau value creation process berjalan optimal di entitas baru ini. Hambatan dapat muncul apabila proses post merger integration (PMI) tidak berjalan dengan mulus.
PMI biasanya berkaitan dengan kecepatan dalam harmoni pembentukan corporate culture yang baru, kecepatan proses standarisasi berbagai fungsi yang ada di perusahaan, serta integrasi sumber daya manusia.
Jadi penting peran leader yang kuat dan memiliki visionary & digital leadership dalam mengawal PMI ini dengan baik.
Semoga PT Pelabuhan Indonesia bisa mewujudkan impian Indonesia memiliki world class port operator. []
Toto Pranoto – Dewan Pakar BUMNINC
