Garuda Indonesia Dapat Kelonggaran Bayar Utang dari AP1, AP2, dan Pertamina
BUMNINC.COM I PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah menyepakati penyelesaian proses keringanan pembayaran utang dari PT PT Angkasa Pura 1 (Persero), PT Angkasa Pura 2 (Persero) dan PT Pertamina (Persero).
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan penyelesaian restrukturisasi ditandai dengan kesepakatan perpanjangan pembayaran utang operasional kepada tiga perusahaan tersebut selama tiga tahun.
Selain itu, kesepakatan tersebut menjadi bagian dari komitmen BUMN untuk mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), termasuk melalui dukungan bagi kinerja Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional.
Meski enggan menyebutkan jumlah nominal utangnya, namun Irfan menjelaskan, utang yang direstrukturisasi tersebut adalah total outstanding yang tercatat hingga akhir Desember 2020.
“Restrukturisasi ini tentunya kami harapkan dapat menunjang upaya penyehatan kondisi finansial Garuda Indonesia khususnya melalui optimalisasi performa likuiditas Perseroan dengan adanya dukungan dari AP 1, AP2, dan Pertamina atas relaksasi periode waktu pembayaran kewajiban perseroan,” jelas Irfan pada Kamis (7/1/2021).
Lebih lanjut, Irfan optimistis sinergi yang baik tersebut akan menjadi pondasi fundamental dalam mendukung keberlangsungan usaha perseroan ke depan.
“Melalui restrukturisasi kewajiban Perseroan ini, kami harapkan Garuda Indonesia dapat semakin bergerak dinamis memaksimalkan langkah upaya pemulihan kinerja, melalui berbagai langkah strategis dalam memperkuat fokus bisnis Perseroan secara berkelanjutan”, pungkas Irfan.[]


