Geliat Pasar Digital Payment: Mencermati Langkah Telkomsel dan LinkAja
Aksi korporasi anak BUMN dalam meramaikan pasar digital payment cukup menghentak dalam beberapa waktu terakhir. Gojek mendapatkan suntikan dana dari Telkomsel sebesar $150 juta (setara Rp 2,17 T ) pada pertengahan November 2020. PT Telkom Indonesia Tbk sebagai induk Telkomsel menyebutkan langkah investasi yang dilakukan di Gojek dilakukan untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkesinambungan.
Kerja sama ini pun merupakan perluasan dari kolaborasi Gojek dan Telkomsel yang menawarkan paket data terjangkau kepada mitra driver Gojek sejak 2018. Kerja sama ini juga akan membuka berbagai peluang kolaborasi lainnya yang memanfaatkan skala gabungan dari kedua perusahaan sehingga dapat menjangkau jutaan masyarakat Indonesia di seluruh Nusantara.
Ekonomi digital di Indonesia didorong oleh perkembangan perangkat seluler (mobile-first market), sehingga bila pemain terdepan di industri teknologi dan telekomunikasi berkolaborasi memanfaatkan sumber daya yang ada, ekonomi digital Indonesia bisa lebih terakselerasi ke tahapan yang lebih tinggi
Saat ini pemegang saham Gojek terbesar adalah Gamvest (milik GIC Singapura), diikuti oleh Google, KKR, serta Tencent. Pada Juni tahun ini Gojek juga mendapat suntikan dana hampir $ 3 milyar dari Facebook dan Paypal . Dengan Telkomsel masuk sebagai pemegang saham baru maka Gojek melengkapi daftar pemegang saham domestik setelah sebelumnya juga mendapatkan injeksi dari Astra dan kelompok Djarum .