Geliat Pasar Digital Payment: Mencermati Langkah Telkomsel dan LinkAja
Di sisi lain Grab sebagai pesaing utama Gojek juga melakukan langkah aliansi dengan menanamkan modal di startup LinkAja milik bank Himbara dengan nilai investasi $ 100 juta. Grab saat ini adalah juga sebagai pemilik saham terbesar dari OVO dan sedang dalam proses penjajakan untuk mengambil alih DANA. Seperti diketahui, pemegang saham terbesar Grab yaitu Softbank telah berkomitmen untuk berinvestasi besar di Indonesia, nilainya mendekati $ 2 milyar. Kendaraan/vehicle yang akan digunakan Softbank adalah melalui aksi korporasi seperti yang dilakukan Grab.
Berdasarkan data Bank Indonesia maka pada 2018 nilai transaksi keuangan digital mencapai Rp 47 T. Pada 2019 Volume transaksi digital payment di Indonesia bertumbuh hampir 78% dengan nilai absolut transaksi naik hampir tiga kali lipat. LinkAja selama ini relatif kurang dapat bersaing dengan Grab, Gojek atau bahkan dengan pendatang baru yang sangat agresif yaitu Shopee Pay yang berbasis di Singapura. Dengan masuknya Grab ke LinkAja maka diharapkan posisi daya saing perusahaan akan lebih baik ke depan .
Sementara riuh persaingan memperebutkan pasar keuangan digital ini juga bertambah ramai dengan rencana AirAsia membuat ”ASEAN superapp for everyone”. Aplikasi ini dibuat dengan keyakinan mereka untuk bisa mengkapitalisir bigdata yang mereka miliki. AirAsia mengklaim memiliki database hampir 75 juta pelanggannya. Layanan e-commerce vertical dan financial services akan menjadi titik tumbuh baru bagi maskapai udara yang sedang sempoyongan ini. Layanan ini akan memungkinkan pelanggan menikmati home delivery untuk produk duty-free dan beragam produk lainnya dari mancanegara.
Pasar Indonesia yang relatif besar menjadi magnet bagi siapapun untuk masuk menguasai pasar keuangan digital. Tentu kita tidak ingin pasar gemuk ini hanya dikuasai pemain global yang sudah eksis. Saatnya terobosan yang sudah dibuat Telkomsel dan LinkAja dapat menjadi jalan bagi tumbuhnya pemain lokal yang lebih kompetitif. Strategi aliansi yang dikembangkan harus bisa memberikan nilai tambah yang signifikan sehingga mereka bisa punya fondasi kuat untuk bersaing di masa depan .
(OVP)