Gempa Korupsi BUMN
Pertanyaan kenapa masih bisa terjadi fraud di BUMN? Dekom mestinya menjadi pihak pertama yang bisa mendeteksi terjadinya kecurangan (early warning). Dekom secara kelembagaan sudah dilengkapi dengan berbagai komite untuk menunjang pengawasan yang efektif, diantaranya komite audit, komite pemantau risiko, serta komite nominasi dan remunerasi.
Kalau Dekom tidak ligat atau cekatan dalam menjalankan tugas tersebut, kemungkinan mereka sibuk dengan pekerjaan lainnya atau kompetensi pengawasan Dekom yang tidak proper. Apalagi kalau jabatan Dekom hanya dianggap sebagai jabatan aksesori saja sehingga proses rekrutmen juga bisa sangat longgar.
Auditor eksternal seperti KAP atau BPK sering menemukan temuan (findings) yang bersifat signifikan. Temuan tersebut biasanya harus bisa terselesaikan sebelum audit tahun buku berikutnya. Sering terjadi bahwa findings KAP atau BPK akan terulang di tahun berikutnya.
Artinya follow up perbaikan oleh manajemen BUMN tidak terselesaikan dan temuan tersebut berulang pada tahun buku berikutnya. Akibatnya skandal besar seperti Jiwasraya terjadi karena early warning system tidak berjalan baik. Konsep three lines of defense tidak bekerja dengan optimal karena fungsi pengawasan internal dan eksternal tidak bekerja dengan baik.
