Gempa Korupsi BUMN
Apa yang bisa dilakukan untuk perbaiki situasi tersebut? BUMN tidak hidup dalam lingkungan bisnis yang hampa udara. Artinya interaksi dengan banyak stakeholder adalah suatu keniscayaan. Apabila stakeholder misalnya memaksakan praktik bisnis abu-abu dan manajemen BUMN tidak kuat menahannya, maka biasanya BUMN tersebut juga akan terseret dalam pusaran praktik bad governance. Jadi perbaikan kualitas tata kelola ekosistem BUMN menjadi prioritas utama pembenahan.
Best talent adalah persoalan krusial lainnya. Saat ini pemilihan direksi BUMN dilakukan dengan mekanisme fit&proper test yang dilaksanakan lembaga penilaian atau assessment centre yang independen.
Kandidat terbaik disarankan kepada Kementerian BUMN untuk kemudian mereka memilih calon terbaik sesuai kebutuhan. Sayangnya mekanisme serupa belum dijalankan untuk pemilihan Dekom. Akibatnya kualitas Dekom sangat ter-fragmentasi dari profil yang sangat kuat sampai dengan Dekom dengan profil seadanya saja. Akibatnya kualitas pengawasan Dekom tidak optimal. Dibutuhkan model mekanisme penjaringan calon Dekom yang lebih baik pada saat ini.
Data menunjukkan kinerja rata-rata BUMN berstatus Tbk ternyata relatif lebih baik dibandingkan dengan BUMN non Tbk. Artinya semakin banyak BUMN menjadi public listed company maka peluang perbaikan kinerja semakin terbuka.
