Haruskah Kita Mengurangi Asupan Gula di Masa Pandemi?
Menjaga kadar gula darah agar dalam angka normal sangat penting. Gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) atau tinggi (hiperglikemia) bisa berdampak negatif pada tubuh Anda. Jika gula darah Anda di bawah 70 mg/dL maka Anda mengalami hipoglikemia. Anda dikatakan mengalami hiperglikemia jika kadar gula darah Anda lebih dari 200 mg/dL.
Efek terlalu rendahnya kadar gula darah antara lain:
- Tubuh lemas
- Kulit pucat
- Berkeringat
- Kelelahan
- Gelisah
- Sulit berkonsentrasi
- Mudah marah
- Kesemutan di area mulut
- Tidak mampu berdiri atau berjalan
- Kejang
- Jantung berdebar
- Efek terlalu tingginya kadar gula darah antara lain:
- Bobot tubuh berkurang
- Nafsu makan meningkat
- Tubuh lelah
- Haus
- Sering buang air kecil
- Mudah gelisah
- Penglihatan buram
- Kulit kering, memerah dan terasa panas
- Sering infeksi gigi
Selain itu, kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol juga bisa menimbulkan komplikasi berbahaya, seperti ketoasidosis diabetik dan sindrom hiperglikemi hiperosmolar nonketotik (HHNK).
Jadi, hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk kesehatan saat ini adalah berlatih menjaga jarak sosial. Tetapi, jika kita perlu melakukan sesuatu yang mengharuskan berada di dekat orang lain, seperti belanja di toko, mungkin harus menunggu setidaknya lima jam setelah kita mengonsumsi gula.
Jaga sistem kekebalan tubuh membatasi gula dan hanya mengonsumsinya sedikit setiap hari mungkin bukanlah ide buruk. Namun, ada cara lain untuk meningkatkan kekebalan tubuh, seperti mengisi tubuh dengan makanan sehat. “Jeruk bali, jeruk, dan jeruk keprok sangat baik bersama sayuran brokoli, bawang putih dan bayam,” kata Sonpal.
“Item bermanfaat lainnya untuk dimasukkan dalam diet kita adalah jahe, yogurt, almond, kunyit, teh hijau, unggas dan kerang. Semakin baik kita memelihara tubuh kita dari waktu ke waktu, semakin siap kita untuk melindungi diri terhadap penyakit.” Marion Nestle, profesor studi nutrisi dan makanan di NYU menambahkan.
Makan diet kaya sayuran adalah kunci utama bersama faktor gaya hidup lainnya. “Jangan minum banyak alkohol, jangan merokok, tidur banyak, dan, jaga jarak sosial kita,” kata dia. Banyak faktor yang membangun sistem kekebalan yang tangguh, termasuk membatasi gula olahan dan mengisi buah-buahan, sayuran, dan protein. Mengonsumsi makanan yang sehat membantu kita merasa lebih baik secara fisik dan mental, yang sangat kita butuhkan. []


