Holding Pangan Rampung Kuartal Tiga Tahun Ini, Harmonisasi Jadi Sandungan
“Proses hari ini, izin prakarsa inisiatif sudah disampaikan kepada presiden, kemudian berikutnya proses PAK pembahasan antar kementerian, dan berikutnya harmonisasi. Target kami semua kuartal tiga tahun ini sudah harus terbentuk,” ucapnya.
Disela pemaparan proses tersebut, ia mengakui kinerja holdingnya belum maksimal. “Selama ini jujur kami katakan keberadaan BUMN Pangan belum seperti yang kita harapkan semua, jadi saat ini kita perbaiki satu per satu,” katanya.
Arief menyebut, RNI diminta untuk memimpin klaster holding BUMN pangan. Saat ini, tengah dipetakan mulai dari input, produksi, primary processing, storage, trading, distribution dan retail sales.
Arief menuturkan, nantinya, akan ada satu kesatuan mulai dari hulu sampai hilir dari sembilan BUMN klaster pangan. Jika dilihat pemetaannya mulai dari beras, jagung, ayam, sapi, kambing, ikan cabai, bawang, gula dan garam.
Hal ini nantinya akan terhubung dalam satu satu supply chain dan di ujungnya sampai dengan retail sales.
Di bisnis hulu, dijalankan oleh PT Pertani (Persero). Perusahaan ini akan diperkuat dengan dileburnya PT Sang Hyang Sri (Persero) dan PT Pertani (Persero) ke perusahaan lantaran sama-sama memproduksi benih.
Kemudian untuk bisnis warehouse atau pergudangan, bisnis ini akan dijalankan oleh PT Bhanda Ghara Reksa (Persero)/BGR.



