Desember 2020 Inflasi Sebesar 0,45 Persen, Meningkat dari Desember Tahun Sebelumnya
Setianto mengungkapkan dari 90 kota yang didata 87 Kota mengalami inflasi 3 kota mengalami deflasi. Tertinggi dialami Gunung Sitoli yaitu sebesar 1,87 persen. Penyebabnya adalah kenaikan harga komoditas harga cabai merah dengan andil 0,64 persen serta cabai rawit dengan andil 0,38 persen. Untuk inflasi terendah terjadi di kota Tanjung Selor yaitu sebesar 0,05 persen.
Sementara, tercatat pula beberapa Kota yang mengalami deflasi. Kota dengan deflasi tertinggi yaitu Luwuk sebesar 0,26 persen. Deflasi terjadi karena ada andil dari dari cabai merah sebesar 0,1 persen dan angkutan udara sebesar 0,09 persen. Deflasi terendah ada di Ambon yaitu minus 0,07 persen.
Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yakni kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,01 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,29 persen.
Bedasarkan catatan BPS, inflasi pada Desember 2020 mencapai 0,45 persen. Ada kecenderungan trend peningkatan inflasi jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Inflasi terus mengalami peningkatan. Sejak Oktober, misalnya angkanya meningkat. Oktober 2020 inflasi berada di angka 0,07 persen lalu naik menjadi 0,28 persen di November 2020. Kemudian meningkat lagi jadi 0,45 persen pada Desember 2020.
Tingkat inflasi tahun kalender Januari sampai Desember 2020 dan tingkat inflasi tahun ke tahun, Desember 2020 terhadap Desember 2019 sebesar 1,68 persen.

