Menangguk Untung Dari Maung Pindad
BUMNINC.COM Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad Ade Bagdja, menjelaskan, kini perusahaan sedang membuat produk pesanan khusus dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, yaitu kendaraan taktis (rantis) bernama Maung. Pesanan yang akan dipenuhi itu mencapai 500 unit sesuai permintaan Kementerian Pertahanan.
Rantis Maung 4×4 buatan Pindad Mobil dengan transmisi manual 6 percepatan itu mampu menjangkau jarak tempuh hingga 800 km. Maung dapat dilengkapi dengan braket senjata 7,62 mm, konsol SS2-V4, perangkat GPS navigasi dan tracker kendaraan serta perlengkapan lainnya.
“Kita melihat kebutuhan dan peluang dari berbagai macam kondisi Maung, ini sekalian kita sedang industrialisasi semoga tahun ini bisa 500 unit, meskipun kapasitas kita bangunan mencapai 1.000 unit dengan berbagai variannya,” kata Ade dalam diskusi virtual yang diadakan Jakarta Defence Studies (JDS) dengan tema `Tantangan Perang Generasi Keenam Versus Kemandirian Industri Pertahanan` di Jakarta, Rabu (26/8).
Senada dengan Ade, VP Inovasi PT Pindad, Windhu Paramarta, menyampaikan bahwa untuk pasar ekspor tentu saja sebagai industri militer Pindad punya pasar ekspor. Kalau mengekspor untuk kendaraan sipil (kendaraan komesil) itu bisa lebih mudah.
“Karena untuk bisa ekpor kendaraan militer harus mendapat izin Kemenhan. Sedangkan untuk kendaraan sipil (kendaran komersil) akan lebih mudah karena seperti menjual mobil biasa. Meski harus ada izin laik jalan dan lain-lain. Artinya kalau ada pasarnya kita bisa saja (melakukan ekspor) dan sangat besar peluangnya,” kata Windhu.
PT Pindad juga akan meluncurkan kendaraan tempur lainnya pada 2021. Hanya saja, alutsista kali ini diperuntukkan bagi TNI AL.
“Coming soon, available tahun 2021. Tentu saja kendaraan tersebut dilengkapi senjata mesin untuk digunakan personel TNI,” jelas Ade yang menggantikan Dirut PT Pindad Abraham Mose.
Sebelumnya Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia dan PT Pindad (Persero) telah menandatangani kontrak pembuatan Tank Boat. Penandatanganan kontrak dilaksanakan di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2020.
