Mendagri: Indonesia adalah Bangsa yang Unik
Namun, Tito juga mengingatkan bahwa dalam ilmu manajemen konflik, setiap perbedaan berpotensi konflik. Oleh karena itu, konflik harus dimanage jangan sampai saling menghancurkan.
“Konflik harus diredam dan dinetralisir. Salah satunya dengan mengembangkan common intereset. Kalau ingin menyatukan suatu kelompok maka naikkan kepentingan bersama. Kepentingan perbedaan harus ditekan sekecil mungkin maka dia akan tidak meledak. Sebaliknya kalau ingin memecah suatu kelompok setiap perbedaan eksploitasi besar besaran itu rentan itu konflik pecah,” kata Tito.
“Oleh karena itu dalam rangka menjaga pluralisme-pluralisme itu kita ibaratkan sebagai kesehatan. Dia tidak datang begitu saja. Tapi harus dirawat terus dirawat. Kita harus bisa merawatnya dengan menaikkan semua common interest, kepentingan bersama kita. Kepentingan bersama kita adalah satu bangsa. Nilai-nilai itu harus dieksplorasi terus menerus dan perbedaan itu harus dikecilkan. Baru bisa dikatakan bangsa bersatu,” kata Tito.
