Mendagri: Indonesia adalah Bangsa yang Unik
Bagi Mendagri, salah satu upaya untuk merawat kepentingan bersama sebagai satu bangsa adalah memanfaatkan momentum ketika ada event nasional. Oleh karena itu, momentum Hari Kemerdekaan 17 Agustus tidak boleh dilewatkan begitu saja. Harus dimanfaatkan untuk menyalakan api nasionalisme.
“Ibarat api kebangsaan, api ini engga boleh padam tapi harus diberi terus minyak sehingga apinya berkorban untuk menyatukan kita. Bendera Merah Putih sebagai bendera tapi sebetulnya itu adalah simbol kebangsaan kita,” kata Tito.
“Jadi ketika Pak Dirjen Polpum, Pak Bahtiar menyampaikan ingin mengadakan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih, saya bilang bagus sekali,” kata Mendagri.
Tito berharap kegiatan pembagian bendera itu, bisa terus merawat api kebangsaan bangsa yaitu negara yang unik, yang plural dalam bingkai NKRI.
“Saya berpendapat bahwa modal terpenting kita sebagai negara plural bukan kekayaan alam, bukan jumlah penduduk, tapi nomor 1 kebersamaan kita sebagai bangsa dan rasa persatuan dan kesatuan kita. Kita boleh berbeda pendapat tapi kita harus bersatu begitu menghadapi permasalahan di dalam negeri dan luar negeri kita harus bisa survive sebagai bangsa. Bukan hanya 77 tahun tapi sepanjang masa,” pungkasnya.
