MENYELESAIKAN SENGKARUT UTANG BUMN KARYA
Jadi kuncinya adalah penyelesaian problem keuangan saat ini. Apabila rencana akuisisi WSKT oleh HK bisa terlaksana, maka beban keuangan ini bisa dibantu oleh HK sebagai entitas induk. WSKT bisa difungsikan oleh HK sebagai kontraktor saja. HK sendiri tentu diharapkan bisa dapat PMN dari pemerintah untuk selesaikan proyeknya terutama di tol Sumatra.
Mekanisme restrukturisasi utang WSKT bisa terjadi lewat penyaluran PMN ke HK. Jadi sepanjang masalah liquiditas ini bisa teratasi, maka WSKT ke depan bisa fokus di fungsi kontraktor saja. Termasuk menyelesaikan semua kontrak eksisting yang sudah didapat, misalnya pembangunan infrastruktur di IKN. Jadi blue print bisnis ke depan WSKT adalah sebagai bagian dari holding HK yang punya prioritas sebagai operator pembangunan tol Sumatra dan beberapa proyek strategis lainnya.
Skema penyelesaian utang WSKT dengan dua opsi di atas adalah upaya yang bisa dikerjakan untuk mempertahankan goingconcern entitas tersebut. Beberapa opsi lainnya tentu bisa dilakukan untuk percepatan restrukturisasi perusahaan. Termasuk upaya percepatan divestasi asset jalan tol yang sudah diselesaikan. Menggandeng institusi lain seperti Lembaga Pembiayaan Investasi (LPI) bisa jadi alternatif untuk mendapatkan global investor sebagai calon pembeli potensial.
Kita berharap penyelesaian kasus utang yang membelit BUMN Karya ini bisa segera diselesaikan. Berbagai opsi penyelesaian bisa dijalankan parallel. Kata kunci ke depan untuk tidak mengalami kejadian serupa adalah penguatan struktur equity BUMN . Proyek penugasan infrastruktur harus dikelola lebih baik sehingga dapat menghindarkan BUMN dari beban keuangan yang tidak dapat ditanggungnya.
Dewan Pakar BUMNINC -Toto Pranoto
