Nadiem Makarim Apresiasi Muffest+2022 Tetap Usung Sustainable Fashion
BUMNINC.COM I Mendikbudristek RI Nadiem Makarim memberikan apresiasi kepada Muffest+2022 karena tetap mengusung tema sustainable fashion atau fashion berkelanjutan. Menurut Nadiem, tema tersebut memang harus terus digaungkan sebagai solusi mengatasi masalah lingkungan seperti sampah, perubahan iklim, dan krisis energi.
Pernyataan itu disampaikan Nadiem saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muffest+ 2022 pada Kamis 21 April 2022 di Grand Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta. Muffest+2022 akan berlangsung hingga 23 April 2022.
Muffest merupakan acara tahunan IFC yang digelar sejak 2015. Di tahun ketujuh ini, Muffest+ didukung oleh Kinarya sebagai Event Organizer.
“Tema muffest sangat kontekstual dengan hari ini yakni isu lingkungan hidup. Persoalan lingkungan seperti sampah, perubahan iklim, krisis energi, tak akan bisa ditangani jika bergerak sendiri-sendiri tanpa kolaborasi dengan sektor industri muslim fashion,” kata Nadiem dalam sambutannya.
Nadiem menilai, sektor industri muslim fashion memiliki peran yang krusial dalam upaya mengatasi isu lingkungan hidup.
Apalagi, akhir-akhir ini gerakan fashion yang mengedepankan keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain sangat gencar. Selain itu ada upaya pemanfaatan bahan-bahan ramah lingkungan dalam menghasilkan karya fashion.
“Saya sangat mengapresiasi teman-teman di industri fashion atas upaya mendorong sustainable fashion yang memulihkan industri fashion tapi juga sekaligus menganut sustainability,” ujar Nadiem.
Nadiem menambahkan, saat ini, sektor industri muslim fashion juga harus maju ke panggung global sebagai pemimpin gerakan ini.
Kemendikbudristek sendiri dalam bidang kebudayaan sedang berfokus pada perwujudan kehidupan yang berkelanjutan dengan kembali ke akar budayanya. Sebab budaya lokal Nusantara telah mengajarkan pentignya menghargai alam dan lingkungan sekitar. Serta memastikan keberlangsungan hidupnya.
“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi Muffest+ yang ke tujuh tahun ini. Dan ingin mengajak semua palaku industri fashion untuk menggali kearifan lokal Nusantara dalam mewujudkan sustainable fashion sebagai solusi mengatasi isu lingkungan hidup,” pungkasnya.

