Pengamat: Pembentukan Holding BUMN Harus Tingkatan Value Creation Bukan Value Destruction
BUMNINC.COM I Associate Director BUMN Research Group LMUI Toto Pranoto mengatakan, pembentukan sejumlah Holding BUMN diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan plat merah.
Toto mengatakan, tujuan pembentukan Holding BUMN mesti menciptakan nilai (value creation) dibandingkan sebelum menjadi holding. Jangan sampai yang terjadi justru value destruction.
“Pembentukan holding BUMN dalam 2 tahun terakhir sudah masif. Tapi apakah tujuan holding untuk value creation sudah maksimal? Atau holding fungsinya hanya administrasi saja. Apakah juga nilainya sama dengan lima atau jangan-jangan satu. Apakah justru memberi value creation atau value destruction,” ujar Toto dalam Seminar yang digelar SPI, Rabu 31 Agustus 2021.
Toto menjelaskan, Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir terus melakukan upaya perampingan jumlah BUMN untuk meningkatkan kinerja. Sampai awal 2022, hanya tersisa 50-an perusahaan BUMN. Pengurangan itu terjadi karena adanya tindakan pembentukan holding, merger, dan likuidasi BUMN.
Menurut Toto, perampingan itu dibutuhkan karena sebelumnya BUMN Indonesia dalam kondisi pareto.
“Kita pernah lebih 100 BUMN. Tapi kondisinya pareto. Pareto bahwa top 20 BUMN menyumbang 85 persen dari total aset BUMN. Oleh karena itu, langkah pemerintah untuk membuat holding lebih baik karena kondisinya pareto,” ujar Toto.
