Perum Perhutani Minta Bekas Jalur Sumur Geothermal Direvegetasi
BUMNINC.COM | Hibah yang diberikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT SAE Baturraden, Banyumas ditolak oleh Perum Perhutani. Pasalnya, hibah yang diberikan berupa jalan bekas jalur menuju sumur geothermal PLTP.
Pihak Perhutani menyarankan agar bekas jalur itu ditanami tanaman endemik Gunung Slamet. Selain lebih memberikan dampak positif untuk lingkungan, penutupan jalur itu akan mengurangi resiko perambahan hutan.
Manajer Bisnis KPH Banyumas Timur, Sugito mengatakan jalur terbuka akan meningkatkan risiko perambahan hutan.
Kontrol perambahan hutan akan semakin berat, jika ada jalur tembus menuju lereng Gunung Slamet. Berdasarkan evaluasi maka eks-jalan tersebut direvegetasi.
“Setelah dievaluasi, kerugian akan lebih besar karena meningkatkan risiko perambahan hutan. Kalau orang sudah tahu ada jalan tembus, itu ya lebih berbahaya,” kata Sugito.
Menurut dia, perambahan hutan akan lebih massif jika ada akses jalan. Sementara, pengawasan tidak bisa dilakukan selama 24 jam.
Karenanya, Perhutani memilih agar jalan menuju well pad F yang sudah tidak digunakan lagi ditutup dengan penaman vegetasi.
“Harapannya lokasinya akan kembali pulih seperti semula,” ujarnya. Dalam evaluasi bersama pelaksana proyek PLTP Baturraden dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kata Sugito, pelaksana proyek harus mengembalikan lahan sebagaimana awalnya.
Proses revegetasi memerlukan waktu yang cukup panjang. Itu sebabnya selama proses pemulihan, pelaksana proyek harus merawat tanaman tersebut.
Sementara itu Kepala Panas Bumi PT SAE, Albaren Simbolon mengklaim, saat ini pihaknya tengah merehabiliasi dan merevegetasi kawasan sumur geothermal F yang resmi ditutup.
