Pesantren Bangkit Menyokong Ekonomi Kreatif
Sementara itu, Riezka Rahmatiana mengatakan, acara ini bertujuan menguatkan kewirausahaan santripreneur dengan memberikan kepada para santri keterampilan vokasi dan kewirausahaan sebagai bekal untuk menguasai ilmu agama dan juga menguasai kewirausahaan agar para santri mampu untuk mengajak masyarakat untuk berwirausaha.
Pembicara selanjutnya adalah Indra Uno yang membahas mengenai bagaimana cara menyikapi perbedaan omset yang dimiliki oleh perusahaan sebelum dan setelah PPKM yang diselenggarakan oleh pemerintah. Founder OK OCE ini mengatakan bahwa untuk menyikapi hal tersebut yaitu dengan bergabung dengan komunitas. Beliau mengatakan bahwa dengan bergabung dengan komunitas maka silaturahmi semakin luas, karena dengan semakin luas silaturahmi yang dilakukan, maka semakin banyak juga rejeki yang didapat.
Selain itu, Indra Uno menyampaikan bahwa pada PPKM ini penting untuk menyampaikan informasi secara digital karena adanya batasan untuk penyampaian informasi secara tatap muka. Penyampaian informasi secara digital ini akan membuat informasi tetap mengalir kepada orang-orang walaupun tidak bertatap muka secara langsung. Indra Uno berkata, “Omset turun bukan karena kebijakan PPKM, tetapi karena kita belum punya ilmu untuk menyampaikan informasi ke pembeli yang sebelumnya tatap muka menjadi tatap layar”.
Selanjutnya Iim Rusyamsi, selaku Ketua Umum OK OCE membahas Peran Ekonomi Kreatif dan Pesantren di masa pandemi. Ekonomi kreatif yang dibahas ini mencakup data dari ekonomi kreatif yang ada di Indonesia sebelum dan saat pandemi, strategi pemasaran ekonomi kreatif di masa Covid-19, pengembangan pesantren dan ekonomi syariah, serta melihat peluang di saat pandemi. Materi ekonomi kreatif yang dibahas oleh Ketua Umum OK OCE ini disampaikan untuk membantu para santri belajar bagaimana memulai dan mengembangkan bisnis, terutama pada era pandemi Covid-19.





