Pesantren Bangkit Menyokong Ekonomi Kreatif
Kreatifitas juga menjadi salah satu kunci bagi para pelaku usaha dalam menghadapi pandemi Covid 19 yang datang secara tiba-tiba. Hal tersebut menjadi landasan dari berdirinya Gerai Lengkong yang digagas oleh Lista Hurustiati. Gerai Lengkong tersebut didirikan oleh Lista Hurustiati pada awal pandemi 2020, dimana seluruh UMKM tidak dapat beroperasi secara efisien di daerah Tangerang Selatan. Untuk membantu para pelaku UMKM di Kota Tangerang Selatan, Lista dan kawan-kawan berinisiatif untuk mendirikan suatu gerai yang didalamnya menjual berbagai produk dari UMKM yang berasal dari Kota Tangerang Selatan.
Nama Gerai “Lengkong” diadaptasi dari suatu kelurahan yang ada di Kecamatan Serpong, TangSel, dimana pada daerah tersebut terjadi tragedi tertembaknya tentara muda. Dengan penamaan Gerai “Lengkong”, harapan Lista ialah para UMKM memiliki spirit, kreativitas, dan perjuangan yang tinggi.
Berbicara mengenai pesantren, tidak hanya memiliki fungsi untuk pendidikan dan dakwah tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat. Ust. Peri Risnandar bercerita mengenai perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW, sebagai terwujudnya Islam yang berdaulat dan mandiri setelah hijrah. Melalui pesantren ini masyarakat dapat semakin kuat dengan saling bahu membahu membantu sesama.
Pembicara terakhir ditutup oleh Syeikh Al-Zaytun yang membahas mengenai perubahan pesantren menjadi pesantren modern. Kata kreatif memunculkan pemikiran-pemikiran “out of the box” yang memerlukan suatu keberanian dalam mewujudkannya. Hal tersebut mulai diterapkan oleh Pesantren Al-Zaytun agar dapat mendapatkan kelonggaran dalam membangun pendidikan maupun perekonomiannya demi menjadi pesantren yang mandiri.[]





