Prospek IPO GoTo di Bursa Efek Indonesia
Dana yang diharapkan bisa diraih GoTo dalam IPO ini diperkirakan sekitar Rp17,9 triliun. Sesuai prospektus yang beredar maka alokasi penggunaan dana sekitar 30 persen untuk pengembangan GoTo, kemudian 30 persen untuk pengembangan Tokopedia dan 25% untuk kebutuhan pengembangan Gopay. Sisanya untuk pengembangan Gojek yang beroperasi di Singapura dan Vietnam.
Pasar digital diproyeksikan berkembang pesat di Asia Tenggara. Seperti dilaporkan Bain maka pasar digital Indonesia akan bernilai 146 miliar dolar AS. Angka ini tiga kali lebih besar terhadap proyeksi Vietnam yang ada di urutan berikutnya.
Potensi ini tentu menjadi tempat gurih bagi pesaing GoTo untuk menyerbu pasar Indonesia. Dalam prospektus GoTo dinyatakan bahwa Grab menjadi pesaing utama di produk on-demand services dan financial technology. Sementara SEA dianggap akan menjadi pesaing utama untuk e-commerce dan financial services.
Melansir laporan Momentum Work Consulting menunjukkan bahwa Grab mulai ekspansif pada segmen pengiriman makanan. Berdasarkan laporan 2020, penguasaan pasar Grab mencapai 53% sementara Gojek 47%.

