Prospek IPO GoTo di Bursa Efek Indonesia
Lalu pada 2021, anak usaha SEA, Shopee, juga mulai agresif masuk pasar Indonesia sehingga mengurangi market share pemain inkumben.
Laporan keuangan GoTo sesuai prospektus menunjukkan sampai dengan tujuh bulan pertama di 2021 perusahaan masih mengalami kerugian Rp7,5 triliun.
Grab dan SEA juga mengalami kerugian cukup besar pada periode tersebut. Kerugian ini tentu tidak terlepas dari situasi persaingan yang lebih ketat dimana untuk mempertahankan market share dibutuhkan biaya yang makin besar. Akibatnya persepsi investor juga terpengaruh.
Menurut laporan Nikkei Asia, nilai saham SEA di NYSE turun cukup tajam dari valuasi tertinggi yang pernah mencapai 200 miliar dolar AS merosot tinggal 62 miliar dolar AS di akhir Februari 2022.
Sementara Grab yang listing di NASDAQ juga valuasinya turun tajam dari nilai IPO pertama senilai 40 miliar dolar AS menjadi tinggal 13 miliar dolar AS.
Tantangan IPO GoTo
