PT Pos Integrasi Sistem ke SILOG KPU Jaga Distribusi Logistik Pemilu
SLA tersebut diantaranya adalah pengiriman antarpulau dengan pengiriman yang dibutuhkan kurang dari 4 hari menggunakan shipping line. Kemudian jika menggunakan truk, pengiriman intrapulau membutuhkan waktu kurang dari 3 hari, pengiriman intrapulau yang tersedia rel menggunakan kereta api membutuhkan waktu kurang dari 3 hari hingga kargo udara yang disiapkan untuk pengiriman intra atau antar pulau dengan waktu 1-2 hari.
“First mile ada, mild mile, dan last mile sudah ada. Bahkan untuk last mile kita sudah siapkan bantuan untuk gudang-gudang. Jadi tidak hanya transportasi, gudang, terminal itu semua adalah bagian dari logistik multimoda,” paparnya.
Sedangkan untuk kesiapan armada darat sendiri, Pos Indonesia telah menyiapkan lebih dari 10 ribu armada. Seperti motor, blindvan, truk engkel hingga truk wingbox. Pos Indonesia juga bekerja sama dengan BUMN lain di bidang transportasi darat, laut dan udara.
Tak hanya itu, Pos Indonesia juga memiliki lebih dari 1 juta rute domestik dan 200 negara tujuan di dunia yang siap menjadi aliran distribusi logistik untuk suksesnya penyelanggaraan Pemili di seluruh tempat.
Adapun pada penghujung RDP, Komisi VI DPR RI sepakat untuk mendukung Pos Indonesia kembali official partner logistik Pemilu 2024 seperti yang sebelumnya telah terjadi pada tahun 2004 dan 2009.
“Komisi VI DPR RI mendukung PT Pos Indonesia (Persero) sebagai official partner atau verified vendor logistik Pemilu untuk kiriman domestik dan internasional Pemilu tahun 2024,” seperti dikutip dari draft kesimpulan RDP yang dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi VI Martin Manurung selaku pimpinan RDP.
