Pupuk Kaltim Raih Penghargaan Berkat Program Pembangunan Keberlanjutan
Sedangkan, The Most Commited Corporate on SDGs for Environment Pillar diraih Pupuk Kalitim atas tingginya komitmen perusahaan pada pelestarian keanekaragaman hayati dan menjalankan aktivitas bisnis yang berorientasi terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang mencakup 17 indikator SDGs.
Pupuk Kaltim memberdayakan mantan nelayan destructive fishing yang ada di sekitar perusahaan untuk bersama menjaga kelangsungan sumberdaya hayati bawah laut.
Pemberdayaan pembuatan media konservasi terumbu bagian dari pembinaan yang dilakukan Pupuk Kaltim, sekaligus mendorong kesadaran nelayan untuk senantiasa menangkap ikan dengan ramah lingkungan.
Konservasi terumbu dilakukan di kawasan perairan Kota Bontang yang telah mengalami kerusakan akibat penangkapan ikan tidak ramah lingkungan, dengan penurunan sekira 500 unit media terumbu buatan setiap tahun.
Seluruhnya, dikerjakan oleh kelompok binaan mulai dari pembuatan media, penurunan hingga pemantauan dan pengembangan melalui metode transplantasi.
“Program itu telah dikembangkan dengan membentuk kelompok binaan baru dari kawasan pesisir lainnya di Kota Bontang, sehingga tanggung jawab dalam menjaga ekosistem perairan bisa terus ditingkatkan melalui konservasi,” kata Meiziar.
Pada program konservasi dan diversifikasi mangrove, selain melakukan penanaman minimal 50.000 bibit per tahun, Pupuk Kaltim juga meningkatkan aspek pemberdayaan bagi pengelola program yang tergabung dalam Kelompok Telok Bangko, Kelurahan Loktuan, Bontang Utara.
Seluruh anggota program konservasi dibekali pengetahuan dan keterampilan tambahan hingga mampu menciptakan produk turunan berbahan dasar mangrove, seperti sirup, dodol, dan makanan ringan amplang khas Bontang.
Pupuk Kaltim juga memberikan dukungan rumah produksi bagi kelompok tersebut, sehingga usaha yang dijalankan dalam memproduksi produk dapat berjalan lebih optimal dan makin berdampak terhadap kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
Pupuk Kaltim melakukan reintroduksi 1.000 bibit anggrek hitam untuk konservasi tanaman endemik ke Taman Nasional Kutai (TNK) sejak 2019. Kegiatan itu dikembangkan melalui metode kultur jaringan.
Meiziar menuturkan pihaknya melakukan reintroduksi mengingat seluruh populasi tanaman tersebut dinyatakan habis akibat kebakaran yang melanda TNK pada 2015.
“Kami terus berupaya meningkatkan peran dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan hingga pengelolaan lingkungan secara optimal, sehingga tujuan pembangunan berkelanjutan dapat tercapai sesuai sasaran dengan berbagai pengembangan setiap tahun,” ucapnya.
Ketua Umum CFCD Thendri Supriatno mengatakan ISDA 2022 menjadi pendorong perusahaan berlomba mewujudkan kepemimpinan yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Penghargaan diberikan kepada perusahaan yang melakukan penghematan energi, konservasi lingkungan hingga kegiatan sosial di masyarakat serta berbagai hal positif lainnya.


