Strategi Baru Pulihkan Pengelolaan Bandara
Sedangkan, krisis akibat pandemi Covid-19 telah membuat operator bandara lainnya yakni PT Angkasa Pura I (persero) atau AP I harus menanggung utang dalam jumlah besar. Per november lalu, utang AP I kepada investor dan kreditor tercatat mencapai RP32,7 triliun.
Untuk bertahan dalam situasi ini, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi menyatakan, dengan pendapatan yang menurun secara signifikan, dalam jangka pendek perusahan akan menerapkan survival strategy dan rebound strategy.
Survival strategy atau strategi bertahan yang diterapkan AP 1 di antaranya berupaya penguatan biaya berdasarkan kategori, meninjau ulang jam operasional, optimaaisasi SDM, dan efisiensi biaya operasional.
“Penghematan yang berhasil didapatka mencapai Rp2,9 triliun pada 2020 dan Rp.1088 triliun pada 2021 serta mengoptimalkan bisnis dan pengembangan sejumlah aset. Dengan begitu, kami mendapatkan tambahan dana Rp140 miliar pada 2020 dan Rp 171 miliar pada 2021,” paparnya.
Kemudian untuk rebound strategy atau strategi untuk bisa bangkit kembali di antaranya dilakukan dengan meningkatkan pelayanan dasar, restrukturisasi organisasi dan keuangan serta menyerapkan protokol kesehatan diseluruh wiayah kerja Angkasa Pura I.
“Kalau kita tidak melakukan apa-apa tentu dampaknya akan sangat signifikan. Upaya-upaya yang kami lakukan tentu akan mengurangi beban keuangan kami,” ungkapnya.
