Tantangan dan Masa Depan Telkom di Era 5G
Terkait kesiapan masuk ke jaringan 5G, Kemkominfo telah mengumumkan tiga operator seluler yang memenuhi syarat dan lolos seleksi administrasi untuk mendapatkan lisensi pita frekuensi 2,3 GHz pada rentang 2360-2390 MHz. Frekuensi yang terdiri dari tiga blok ini nantinya dapat digunakan untuk menyelenggarakan jaringan 5G di Indonesia.
Ketiga operator tersebut adalah PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri). Dalam perspektif persaingan hal ini cukup baik bagi tumbuhnya industri yang sehat dan juga menguntungkan bagi konsumen. Kemajuan teknologi terkait AI dan IOTs akan semakin terdongkrak maju dengan layanan 5 G ini.
Tentu menjadi tantangan bagi Telkom untuk bisa mempertahankan posisi sebagai market leader di Indonesia. Perubahan strategi telah coba dilakukan dengan transformasi menuju digital telco yang agile dan fleksibel. Hal ini tentu membutuhkan perubahan besar dalam pengelolaan talent dimana upaya reskilling dan upskilling wajib dilakukan sehingga upaya mengkapitalisir bisnis over the top (OTT) bisa dicapai lebih baik.
Keberanian investasi capex pada teknologi tinggi bidang digital juga menjadi tantangan lain. Hanya dengan langkah-langkah radikal seperti ini maka Telkom ke depan masih akan mampu bersaing dengan kompetitor global. Semoga berhasil.[]
Toto Pranoto (Dewan Pakar Bumninc.com)
