Tekfin LinkAja, Kembangkan Sistem Pembayaran Tol Nirsentuh
BUMNINC.COM | LinkAja, akan ikut terlibat dalam pengembangan sistem nirsentuh multi lane free flow (MLFF) untuk pembayaran jalan tol.
Layanan keuangan elektronik dan sistem pembayaran yang dikeluarkan oleh empat perusahaan BUMN yaitu Telkomsel, Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN ini, akan menjadi salah satu pengimplementasi sistem tersebut dilakukan dengan beberapa alternatif.
Bersama dengan financial technology (fintech) dalam negeri lainnya seperti GoPay, DANA, dan OVO. Perusahaan fintech yang bersiap menerapkan sistem pembayaran berbasis MLFF ini.
Hal ini, sesuai dengan yang ditargetkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang akan diterapkan secara bertahap pada tahun depan.
MLFF sendiri merupakan transaksi pembayaran jalan tol dengan teknologi nirsentuh yang memungkinkan kendaraan tidak perlu berhenti ketika membayar tarif di gerbang tol.
Direktur Marketing LinkAja Edward Kilian Suwignyo mengaku masih menunggu kebijakan dari Jasa Marga selaku operator jalan tol dalam menentukan skema penerapan MLFF.
Jasa Marga juga merupakan pemegang saham LinkAja. Meski begitu, LinkAja sudah menyiapkan berbagai teknologi apabila dilibatkan nantinya. Pihaknya bersama Jasa Marga telah menguji coba pembayaran nirsentuh dalam skala terbatas.
“Terkait dengan pembayaran jalan tol dengan uang elektronik, saat ini masih di tahap awal. Sehingga belum banyak yang bisa kita sampaikan secara detail terkait fee atau teknis lainnya. Kami sebagai bagian dari Jasa Marga Toll Operator, akan mengikuti dan bekerjasama untuk mendukung inisiatif ini,” jelas Edward dikutip dari kontan.co.id, pada Senin (8/2/2021).
Seperti diketahui, Jasa Marga memang telah mengembangkan teknologi pembayaran nirsentuh Single-Lane Free Flow (SLFF) dengan teknologi identifikasi radio (RFID).
Perusahaan tersebut menunjuk anak usahanya PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO) untuk berkolaborasi dengan LinkAja dalam menguji coba SLFF.
Sementara untuk prospek bisnis LinkAja, Edwar mengaku, tahun 2020 kemarin menjadi tahun yang baik untuk LinkAja. Di masa pandemi ini, pihaknya masih bisa bertumbuh dengan baik.
“Dan yang terpenting, di beberapa sektor ekosistem pembayaran kami, juga bisa memberikan manfaat untuk membantu masyarakat tetap produktif dalam protokol kesehatan,” kata Edward.
Beberapa ekosistem tersebut seperti e-commerce, transportasi publik, ride hailing, pembayaran BBM Pertamina, pembayaran tagihan rumah tangga dan produk digital.
Selain itu Layanan Syariah LinkAja juga diterima dengan baik oleh masyarakat dengan 1,6 juta pelanggan yang sudah terdaftar di layanan Syariah di akhir 2020.
“Terkait kolaborasi, ini sebetulnya selalu dilakukan bersama sama dengan industri. Kita menghadapi tantangan yang sama, mengubah kebiasaan dari cash ke cashless. Edukasi merchant & pengguna untuk pembayaran QRIS salah satunya,” ujar Edward.

