Virolog: Omicron Bergejala Lebih Ringan Dibanding Varian Lain
Untuk mengetahui perbedaan orang yang terpapar dengan terinfeksi bisa dilakukan dengan melakukan swab hidung dan sampel dahak. Jika melakukan swab hidung hasilnya positif sedangkan sampel darah menunjukkan negatif, maka dia hanya terpapar. Namun, jika hasil keduanya positif maka dia terinfeksi virus.
“Jadi kalau mau lihat infeksi tidak bisa dari swab hidung, harus dari dahak karena infeksi terjadi dalam tubuh,” kata Indro.
Indro pun mengingatkan bahwa orang yang sakit adalah orang yang memiliki potensi menularkan kepada orang lain. Sedangkan, orang yang tidak sakit, meskipun positif tidak menularkan. “OTG tidak bisa menularkan,” ucap Indro.
Untuk melepaskan diri dari paparan virus khususnya Omicron, Indro memberikan saran supaya seseorang melakukan cuci hidung dan kumur mulut dengan garam 2 persen.
Langkah-langkanya, siapkan garam krosok/garam ikan/garam non yodium, air mineral, botol cuci hidung/botol kecap/botol berselang. Cara membuatnya, larutkan satu sendok makan garam krosok (untuk non omicron) atau 2 sendok makan garam krosok (untuk varian omicron) dengan 1 liter air mineral. Aduk hingga merata.
Adapun cara pemakaianya, semprotkan pada lubang hidung kanan dan kiri, minimal 3 kali sehari. Lalu, kumur-kumur sampai tenggorkan. Lakukan sehari 2 kali atau setelah beraktifitas di luar ruangan.
Menurut Indro, cara itu bermanfaat untuk mencegah paparan virus agar tidak terinfeksi. Cara ini bisa melepas ikatan virus pada saluran murkosa.
Sedangkan, untuk yang sudah terlanjur terinfeksi Covid-19 atau sedang sakit, Indro menyarankan resep 131, 1 jahe + 3 serai + 1 lengkuas, untuk memulihkan dan mempercepat proses kesembuhan.
Resepnya 1 jahe, 3 serai, dan 1 lengkuas kemudian ditumbuk kasar. Lalu dimasak pada satu liter air mendidih selamat 10 menit. Diminum pagi dan sore.
Indro menyatakan, cara ini dilakukan untuk mempercepat sistem sirkulasi tubuh sehingga menjadi sering buang air kecil/ Pada saat kita sering buang air kecil, virus-virus yang ada dalam tubuh keluar dan mati karena hancur oleh urea di dalam air seni itu.
“Kedua membentuk kondisi di mana tidak cocok jadi pertumbuhan virus. Virus jadi tidak bedah dan tiadk mau melakukan replikasi,” kata Indro.
Indro menyampaikan, cara ini sudah terbukti ampuh untuk menyembuhkan pasien dari paparan dan infeksi Covid-19. Sebanyak empat pasien yang mulanya dikira positif terinfeksi Covid-19 ternyata setelah diberi ramuan cuci hidung dan kumur air garam 2 persen, dinyatakan terpapar varian omicron.
Keempat pasien itu sebelumnya menunjukan hasil positif pada swab hidung dan sampel dahak. Setelah diberi resep cuci hidung dan kumur garam 2 persen, sampel dahak menunjukkan hasil negatif. Hasil ini menunjukkan bahwa empat pasien itu hanya terpapar varian omicron. Kemudian, setelah dilakukan rutin sekaligus meminum resep 131, empat pasien tersebut sembuh dalam rentang waktu 4-8 hari.


