Asa Menumbuhkan Korporasi BUMN Global
Hal lain yang harus diperhatikan dari kinerja keuangan BUMN adalah pertumbuhan hutang yang pesat. Berdasarkan data BI, pada periode Oktober 2019, utang luar negeri BUMN mencapai 50,682 miliar dollar AS atau Rp 709,548 triliun (kurs Rp 14.000). Nilai utang tersebut bertambah sebesar Rp 185 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Per Oktober 2018, total utang BUMN mencapai 37,434 miliar dollar AS atau Rp 524,076 triliun (kurs Rp 14.000. Pertumbuhan utang perusahaan pelat merah terdongkrak oleh utang luar negeri dari BUMN non lembaga keuangan. Di dalamnya mencakup BUMN sektor migas, konstruksi, penerbangan, maupun kelistrikan.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa kemampunan keseluruhan BUMN dalam pengelolaan aset (produktivitas) relatih rendah , ditunjukkan oleh rendahnya angka return on asset. Sementara kemampuan menciptakan laba juga relatif tidak besar, dilihat dari angka profit margin yang dicapai. Disamping itu terjadi Pareto condition, dimana 25 BUMN terbesar menghasilkan 90% total penjualan (sales).
Bagaimana kinerja perusahaan negara milik negara jiran ? Temasek mengumumkan laporan keuangan tahun 2020 yang berakhir di 31 Maret 2021 menunjukan kenaikan profit yang cukup signifikan. Tingkat rata-rata return dari portfolio yang dimiliki Temasek tumbuh 24,5 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mengalami penurunan. Net portfolio value berkembang menjadi US$283 billion dibandingkan tahun 2019 senilai $214 billion.
Apa kunci keberhasilan Temasek ? Superholding company ini tidak saja bertumpu pada nama besar seperti DBS, Singtel, Singapore Airlines namun juga mulai secara agresif masuk pada portfolio di start up global. Temasek melakukan banyak investasi di kelompok Grab, Gojek (sekarang menjadi GoTo), dan mulai melakukan pengembangan start up secara in-house. Pergeseran portfolio ini terlihat dari proporsi investasi di sector consumer, media& technology, life sciences and agrifood serta non bank financial sector yang kini mencapai 37 % dibandingkan posisi tahun 2011 yang mencapai hanya 5 persen.
