Asa Menumbuhkan Korporasi BUMN Global
Bagaimana dengan kinerja Khazanah Nasional Bhd ? Kinerja pengelolaan portfolio Khazanah tidak terlalu menggembirakan karena dampak dari Covid-19. Laba operasi hanya mencapai 2.9 billion Ringgit setara dengan US$ 715.34 million atau turun dari laba operasi tahun 2019 yang mencapai 7.4 billion. Kerugian terbesar Khazanah terutama disumbangkan dari penurunan kinerja dari kelompok BUMN di segmen strategic seperti Tenaga Nasional, Malaysia Airport Bhd, serta Malaysian Aviation Group (pemilik Malaysia Airlines).
Langkah perbaikan apa yang akan dilaksanakan Khazanah ke depan ? Managing Director Khazanah, Datuk Shahril Ridza Ridzuan, menyatakan bahwa Khazanah akan meneruskan upaya diversivikasi global portfolio baik di sisi commercial maupun strategic fund. Terutama perbaikan pada kinerja strategic fund yang terdampak hebat akibat Covid-19. Caranya dengan perbaikan struktur neraca pada perusahaan kelompok strategic dan penguatan leadership agar mampu menavigasi perusahaan untuk melewati era sulit pandemi ini.
Bagaimana dengan kinerja BUMN China? Laporan SASAC sebagai Lembaga pengelola BUMN China menunjukkan laporan keuangan tahun 2020 yang relatif stabil meskipun tidak lepas dari dampak Covid-19. Laba bersih BUMN dibawah SASAC tumbuh 2.1 persen atau senilai US$ 216 billion. Posisi laba ini turun 8.7% dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi Q1 dan Q2 tahun 2020 posisi laba masih tertekan, namun kemudian di Q3 dan Q4 laba BUMN dibawah SASAC melesat tinggi.
Dalam kunjungan Erick Thohir ke China April 2021 disebutkan pentingnya belajar reformasi dan transformasi BUMN di China karena kinerja perusahaan negara milik China yang luar biasa. Kalau kita lihat daftar 500 perusahaan dari 2020 Forbes Global 2000, 48 diantaranya BUMN Tiongkok yang dikelola SASAC, sedangkan BUMN Indonesia sendiri baru ada 2 di daftar itu
Apa resep keberhasilan SASAC dalam pengelolaan BUMN ? Dalam pandangan BUMNINC yang melakukan kunjungan ke China pada 2018 dan termasuk kunjungan ke SASAC, beberapa kunci keberhasilan transformasi perusahaan negara di China terletak pada desentralisasi power dan keluwesan sisi pengelola perusahaan negara, serta keputusan untuk menjadikan banyak perusahaan negara sebagai perusahaan Tbk.
