Asa Menumbuhkan Korporasi BUMN Global
Sejak Kongres Partai Komunis China (PKC) ke-18 pada 2013, aturan pengelolaan BUMN memberikan kewenangan lebih besar pada direksi BUMN untuk melaksanakan corporate actions. Di antaranya, kewenangan untuk membuat skema kompensasi dan insentif untuk top manajemen. Selain itu, mulai diperkenalkan model mixed ownership yang membuat sektor swasta bisa memiliki aset joint venture (JV) bersama dengan BUMN.
Model market competition juga mulai gencar dilakukan di 2013 lalu. Desentralisasi kewenangan diberikan lebih luas kepada manajemen BUMN sejak Maret 2018. Reformasi kelembagaan BUMN diserahkan ke masing-masing BUMN supaya mereka lebih fleksibel menghadapi dinamika bisnis.
Kunci sukses SASAC kainnya adalah pengelolaan SDM. Pemilihan direksi BUMN dilakukan melalui saringan asesmen yang selektif. Meskipun peran profesional sangat diandalkan dalam pengelolaan BUMN, peran negara tetap hadir dengan representasi petugas partai (PKC) di dalam struktur organisasi BUMN. Bagaimana harmonisasi manajemen antara pengawas dari unsur PKC dan manajemen professional di lingkup eksekutif menjadi rahasia penting keberhasilan BUMN China menjadi korporasi global yang kompetitif
Apakah BUMN masih punya kesempatan bersaing di pasar global ? Tentu kita tidak perlu pesimis. Upaya restrukturiasi perusahaan negara melalui pembentukan beberapa sektoral holding dimaksudkan supaya daya saing perusahaan negara menjadi lebih kompetitif. Value creation menjadi kata kunci dalam pembentukan holding BUMN.
