Bio Farma Targetkan Produksi 100 juta Dosis Vaksin Tahun Depan
Honesti menjelaskan, setiap vaksin jenis baru untuk penyakit baru, harus melalui tahapan – tahapan yang secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu perlu dikerjakan dengan hati-hari dan memperhatikan keamanan, khasiat, efikasi, serta mutu vaksin.
Ia menjelaskan, “Dalam kondisi normal, satu jenis vaksin bisa dikembangkan dalam waktu yang cukup lama, biasanya lebih dari 10 tahun. Namun dalam kondisi darurat seperti saat ini, penelitian vaksin COVID-19 bisa dilakukan akselerasi, dengan tetap memperhatikan standar keamanan, khasiat, atau efikasi, dan mutu yang dikeluarkan oleh Badan POM seperti halnya vaksin COVID-19 yang saat ini sudah beredar merupakan hasil akselerasi, mengingat mudahnya wabah ini menyebar.”
Ia berharap baik untuk vaksin primer maupun booster bisa mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) pada Juli 2022 mendatang.[]
