BUMN Klaster Pariwisata dan Jasa Pendukung: Momentum Kebangkitan
Pada tahun 2021, telah terjadi peningkatan sebesar 15% pada jumlah perjalanan wisatawan nusantara, dengan total mencapai 603 juta perjalanan. Namun, kunjungan wisatawan mancanegara masih menunjukkan tren yang negatif di mana terjadi penurunan sebesar -62%, dengan hanya 1,6 juta kunjungan yang tercatat.
Di tahun 2022, kondisi pariwisata mulai membaik, yang ditunjukkan dengan terus meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara dan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang signifikan tumbuh positif. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 703 juta atau meningkat 17% dan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 5,47 juta atau meningkat sekitar 251% dari tahun sebelumnya.

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2023
Meningkatnya jumlah perjalanan wisatawan nusantara maupun kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2022 dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti, mulai meredanya pandemi yang meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata, dukungan pemerintah dengan menambah fasilitas wisata dan meningkatkan promosi wisata, berkembangnya teknologi yang memudahkan wisatawan dalam merencanakan dan memesan perjalanan wisata, serta meningkatnya daya beli masyarakat yang mendorong mereka untuk melakukan perjalanan wisata yang lebih sering dan jauh dari sebelumnya.
Seiring dengan penurunan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia di tahun 2020 dan 2021, sektor pariwisata mengalami penurunan signifikan dalam penerimaan devisa. Di tahun 2020 nilai devisa negatif 80% menjadi 3,3 Miliar USD, kemudian kembali negatif 84% di tahun 2021 menjadi hanya 0,5 Miliar USD. Adapun dengan kunjungan wisatawan mancanegara yang secara signifikan meningkat di tahun 2022, penerimaan devisa juga meningkat menjadi 4,26 Miliar USD atau hampir delapan kali lipat dari tahun 2021.

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2023
