Cegah Arus Mudik, Ini Langkah-Langkah KAI, Jasa Marga dan Jasa Raharja
Data volume penumpang merupakan data pemesanan tiket sementara yang bersifat dinamis. KAI Daop 1 Jakarta menghimbau seluruh pengguna jasa yang akan berangkat menggunakan KAJJ agar memastikan seluruh persyaratan khususnya terkait protokol kesehatan terpenuhi, seperti diantaranya surat pemeriksaan Covid 19 dan kondisi sehat dengan suhu tubuh normal.
“Jika salah satu dari ketentuan terkait protokol kesehatan tidak dapat dipenuhi maka dipastikan calon penumpang tidak dapat melanjutkan perjalanan,” jelasnya.
Disampaikannya pula, untuk masa pengetatan hingga 5 Mei 2021 serta 18 – 24 Mei 2021 seluruh calon pengguna masih diwajibkan memiliki surat keterangan pemeriksaan Covid 19 Hasil Negatif dengan masa berlaku 1×24 jam. Pengguna dapat memilih salah satu jenis pemeriksaan yakni PCR, GeNose Tes atau Rapid Antigen.
Senada dengan itu, PT KAI Divisi Regional III Palembang pun telah mengonfirmasi tidak menjual tiket Kereta Api (KA) jarak jauh Kertapati-Tanjung Karang ataupun Kertapati-Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Manager Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti di Palembang, Minggu, mengatakan pihaknya tidak membuka penjualan tiket secara daring untuk perjalanan pada tanggal tersebut. “Masyarakat hanya dapat mengakses penjualan tiket kereta api sampai dengan 5 Mei 2021. KAI bakal kembali menjual tiket pada 18 Mei 2021,” kata dia, Senin (3/5).
Sementara itu, untuk pengendalian di wilayah tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk siapkan Tim Satuan Tugas Siaga untuk menegakkan kebijakan larang mudik Lebaran 2021.
Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur yang juga sebagai Pembina Jasa Marga Siaga Operasional Hari Raya Idul Fitri 1442 H, mengungkapkan Jasa Marga memastikan penerapan physical distancing serta membatasi kapasitas Rest Area maksimal 50 persen dari kapasitas normal.
Subakti menyampaikan tahun ini merupakan kali kedua masyarakat harus menjalani Ramadan dan Lebaran dalam situasi pandemi COVID-19 yang hingga kini masih belum berakhir.
“Kondisi ini telah mengubah pola perjalanan, mobilitas, dan aktivitas masyarakat, sehingga volume lalu lintas di jalan tol sampai saat ini belum kembali normal seperti sebelum pandemi terjadi,” ujar Subakti dalam acara Kick Off Jasa Marga Siaga yang berlangsung secara virtual, Kamis (29/04/2021).

