Cegah Arus Mudik, Ini Langkah-Langkah KAI, Jasa Marga dan Jasa Raharja
Meskipun begitu, Subakti mengakui bahwa pada periode mudik lebaran, biasanya traffic akan meningkat signifikan, namun di Lebaran tahun ini, volume lalu lintas diprediksi lebih rendah dari normal karena Pemerintah telah menetapkan kebijakan Peniadaan Mudik.
Corporate Communication & Community Deveopment Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso, mengungkapkan beberapa Gerbang Tol (GT) seperti GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama, diperhitungkan total kendaraan yang melintasi empat GT tersebut pada 12 — 25 April 2021 mencapai 1,7 juta kendaraan
Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabodetabek ini turun sebesar 10,5 persen dibandingkan dengan periode Maret 2021 sebesar 1,9 juta kendaraaan. Ia pun menjelaskan, belum ada arus mudik dini dari Ibu Kota sejak Ramadhan 2021 dimulai.
Heru belum bisa menjelaskan secara detail titik mana saja yang akan dilakukan penjagaan dan pengaturan arus lanjutan. Lantaran hal itu masih dalam tahap koordinasi dengan Kepolisian.
Jasa Raharja gelar mudik virtual
Menindaklanjuti pelaranganan mudik pun dilakukan oleh pihak PT Jasa Raharja. Seperti tahun lalu, bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas), Jasa Marga menggelar program mudik daring yakni mudik online aman enak (MOL-AE).
“Kami bergabung dengan kegiatan Pak Kakorlantas, dan Jasa Raharja pada kesempatan lebaran tahun 2021 ini yang jelas kami mendukung program pemerintah bagaimana kita menekan penyebaran COVID-19. Dan program yang kami lakukan adalah mudik online aman dan enak,” ujar Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (30/4/21).
Dalam Program MOL-AE, PT Jasa Raharja akan memberikan paket kuota internet kepada 5.000 peserta yang sudah pernah terdaftar mengikuti Program Mudik Gratis yang diselenggarakan oleh Jasa Raharja selama ini. Mereka akan dipilih secara acak dan melewati proses verifikasi oleh Tim Jasa Raharja.

