Acces by KAI, Mudahkan Perjalanan Pelanggan KAI
Sempat berubah-ubah nama dan mengalami perombakan fitur. Kini “Acces” user aktifnya hampir mencapai 6 juta.
BUMNINC.COM I KAI Access atau kini Acces by KAI, aplikasi resmi penjualan tiket kereta yang dihadirkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) diharapkan menjadi solusi modern yang KAI tawarkan bagi masyarakat untuk memfasilitasi perjalanan kereta api dengan fitur-fitur yang inovatif. Peluncuran aplikasi Access ini, dihadirkan harapannya agar semakin mempermudah pelanggan dalam mengakses layanan digital untuk mendukung kebutuhan pengguna, sekaligus sebagai inovasi berbasis digital dari KAI dalam meningkatkan customer experience.
VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan dengan teknologi yang jauh lebih handal perubahan user interface (tampilan visual) dalam Acces by KAI saat ini jauh lebih fun dan youthful ditambah dengan berbagai pengayaan fitur dan layanan yang tanpa gangguan.
“Selain itu dengan diluncurkannya aplikasi Access ini harapannya akan semakin meningkatkan minat masyarakat terutama generasi milenial dan generasi Z dalam menggunakan layanan transportasi massal kereta api yang aman, nyaman, sehat, dan tepat waktu,” ujar Joni kepada BUMNINC, Selasa (6/9/2023).

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo saat menjelaskan aplikasi “Access by KAI” di The Westin Jakarta, Kamis (10/8). Foto: KAI
Mulai dirintis sejak 2010
Joni membeberkan bahwa ide mengenai peluncuran aplikasi seluler tersebut telah muncul sejak masa-masa awal Ignasius Jonan menjabat sebagai Direktur Utama PT KAI (2009-2014). Dalam rangka memberikan kemudahan calon penumpang dalam memesan tiket serta mencari informasi tentang jadwal perjalanan, PT KAI bekerja sama dengan Indosat meluncurkan sebuah aplikasi seluler. Aplikasi seluler ini diberi nama Kereta Api Indonesia Mobile Application (Kabila) dan diluncurkan pada 18 Juli 2010.
“Kabila diproyeksikan sebagai sebuah aplikasi serba guna yang diharapkan akan memberikan kemudahan bagi setiap pengguna jasa kereta api. Kabila memiliki fitur-fitur seperti pencarian jadwal dan tarif kereta api, penawaran khusus, ruang obrolan, menu restoran KA, serta program loyalitas dengan mileage reward. Kabila saat itu masih menggunakan pemesanan tiket berbasis SMS, sesuai dengan teknologi yang berkembang kala itu,” jelas Joni.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo saat menjelaskan aplikasi “Access by KAI” di The Westin Jakarta, Kamis (10/8). Foto: KAI
Pada tahun 2013, kata dia, aplikasi ini berkembang dengan dimasukkannya pemesanan tiket secara daring. Nama aplikasi ini pun berubah menjadi “Kereta Api Indonesia Official Mobile Application”. Namun, aplikasi ini hanya berjalan pada ponsel cerdas BlackBerry serta ponsel berbasis Java, HP canggih pada masanya.
Dalam rangka memberikan kesempatan yang luas untuk lebih banyak platform ponsel cerdas seperti Blackberry, iOS, Windows Phone, dan Android, PT KAI kemudian meluncurkan aplikasi baru yang menggantikan KAI Mobile Application. Aplikasi ini bernama KAI Access, diluncurkan pada 4 September 2014. Jonan dan Direktur Komersial, Bambang Eko Martono meresmikan aplikasi ini dalam konferensi pers di Stasiun Gambir. Dengan jargon “beli tiket semudah update status”, Jonan menyebut bahwa dengan hadirnya KAI Access, penggunaannya oleh penumpang dapat “…(meng)hemat waktu bertransaksi, (hemat bagi) biaya operasi, dan (hemat) biaya bagi pelanggan.”
