Certified to Fly, N219 Nurtanio Buatan PTDI, Seperti Apa Spek-nya?
BUMNINC.Com | Dilansir dari laman Indonesian-aerospace.com, N219 adalah pesawat udara kategori komuter, high-wing monoplane dengan mid tail empennage, unpressurised cabin berkapasitas maksimum 19 penumpang, dengan roda pendarat fuselage mounted non-retractable tricycle, 2(dua) engine turboprop PT6A-42 dengan 4 bilah propeller Hartzell, serta dilengkapi sistem navigasi-komunikasi Garmin 1000 Next Generation.
Pesawat N219 akhirnya mendapatkan sertifikat setelah menjalani proses sertifikasi selama hampir 7 tahun, pada Senin (28/12/2020). N219 Nurtanio merupakan pesawat buatan lokal, kolaborasi antara PT Dirgantara Indonesia (DI) bekerjasama dengan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan).
Baca Juga: Akhir Perjalanan Panjang Proses Sertifikasi Laik Terbang Pesawat N219 Nurtanio
Sebelumnya, pada tahun 2017, Presiden Joko Widodo telah meresmikan pesawat N219 yang dinamai Laksamana Muda Anumerta Nurtanio Pringgoadisuryo, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (10/11/2017).
Keunggulan dari N219 adalah teknologi Multihop Capability Fuel Tank, yakni teknologi yang memungkinkan pesawat tidak perlu mengisi ulang bahan bakar untuk melanjutkan penerbangan ke rute berikutnya.
Lebih lanjut, N219 memiliki kecepatan maksimum mencapai 210 knot dan minimum 59 knots, di mana dengan kecepatan rendah pun pesawat masih bisa terkontrol. Ini sangat penting dan menjadi keunggulan tersendiri, terutama saat memasuki wilayah yang bertebing dan pegunungan.
Menilik sisi interior N219, pesawat ini memiliki kabin terluas di kelasnya sehingga menjadi pesawat serbaguna untuk berbagai macam kebutuhan seperti pengangkut barang, evakuasi medis, pengangkut penumpang, bahkan pengangkut pasukan.
Didesain sesuai kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah perintis, membuat N219 memiliki kemampuan short take of landing dan mudah dioperasikan di daerah terpencil, bisa self–starting tanpa bantuan ground support layaknya bandar udara pada umumnya.

