Fenomena Merger Gojek-Tokopedia (GOTO)
Bagaimana dengan rencana go public ? Manajemen GoTo sudah mengisyaratkan untuk segera listing di Bursa Efek Indonesia pada akhir tahun ini atau tahun 2022. Langkah ini juga akan diikuti dengan pencatatan saham di bursa New York (dual listing) seperti yang sudah dilakukan SEA dan Grab. Diperkirakan valuasi GoTo bisa mencapai US$ 35-40 miliar. Apakah IPO ini akan sukses ? Melihat sukses kinerja go public dari SEA dan Grab keliatannya proses ini bisa terulang.
Memang kalau hanya melihat laporan kinerja keuangan operasional banyak perusaaan unicorn/decacorn ini masih negatif. Bahkan sekelas SEA juga kinerja operasional masih merugi. Namun mereka memiliki prospek dari jumlah pelanggan yang terus meningkat dan prospek pasar yang terus membesar. Inilah yang membuat keyakinan banyak strategic investor melakukan investasi pada perusahaan ini.
Pada akhirnya merger Gojek dan Tokopedia memberikan fakta bahwa perusahaan unicorn Indonesia mampu eksis dan mengkonsolidasi kekuatannya untuk bersaing dengan platform sejenis di kawasan. Grup GoTo dapat dan bisa menggarap potensi besar pertumbuhan ekonomi Indonesia – terbesar di Asia Tenggara – yang memiliki segmen kelas menengah yang terus bertumbuh pesat serta populasi muda yang sangat tanggap teknologi.
Semoga merger ini memberikan dampak ekonomi positif bagi Indonesia.[]

