Kementerian BUMN Menginisiasi Donor Plasma Se-Indonesia
“Potensi dan sumber daya BUMN sangat besar. Tersebar merata di seluruh provinsi di Indonesia dan harus menjadi garda terdepan dalam tiap kesempatan. Maka dari itu, bekerja sama dengan PMI, program ini diluncurkan untuk mendorong karyawan dan keluarga BUMN yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 untuk menyelamatkan pasien Covid-19. Saya berharap, nantinya semua yang sudah terinfeksi dan sesuai dengan persyaratan tentunya, mau mendonorkan plasmanya untuk sesama. Kami dari BUMN akan selalu siap membantu dengan semua sumber daya yang kami miliki,” ujar Erick Thohir.
Lihat juga: Penandatanganan Nota Kesepahaman Kementerian BUMN dan BPKP Meningkatkan Kontribusi Sektor Korporasi
Staff Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga, yang juga adalah inisiator program Plasma BUMN Untuk
Indonesia, mengatakan, program ini tidak hanya berjalan pada hari ini saja, melainkan akan tetap
berlangsung dan difasilitasi oleh Satuan Tugas (Satgas) BUMN dengan bekerja sama dengan PMI dan
Rumah Sakit di setiap provinsi.
“Dari 1,1 juta kasus sejak awal pandemi, sekitar 900 ribu terkonfirmasi sembuh, termasuk karyawan dan
keluarga BUMN di dalamnya. Para penyintas ini menjadi potensi pendonor yang tentunya dapat kita
gerakkan agar turut menyukseskan program donor plasma dan membantu menyelamatkan nyawa para
pasien. Kementerian BUMN siap menjadi pelopor donor plasma nasional untuk mendukung program
Indonesia Sehat bersama Menteri BUMN,” ujar Arya.[]

