Kinerja Vale Semester I 2020
BUMNINC.COM, Setelah resmi menjadi anak usaha dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), pada semester I 2020 Vale mampu memproduksi nikel matte 36.315 ton, naik 18,2% dari 30.711 ton pada semester I 2019. Sementara penjualan nikel matte sebesar 36.600 ton pada paruh pertama tahun ini, naik 18,7% dibandingkan 30.832 ton pada periode yang sama tahun lalu (Year on Year/ YoY).
Adapun harga rata-rata nikel matte sebesar USD 9.815 per ton, naik tipis dibandingkan semester I 2019 yang sebesar USD 9.479 per ton. Dengan faktor tersebut, perusahaan membukukan pendapatan sebesar USD 360.4 juta, naik 23,3% dibandingkan USD 292,2 juta pada periode yang sama tahun lalu. Perusahaan pun berhasil mencetak laba sebesar USD 53 juta pada semester I ini dibandingkan rugi USD 26,2 juta pada semester I 2019.
Meski di tengah pandemi Covid-19, perusahaan terus berusaha mencapai kinerja yang baik. Hal ini disampaikan CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Kanter. “Kami menghargai kerja keras seluruh karyawan di PT Vale untuk mencapai hasil yang baik pada triwulan ini, meskipun harus fokus mengantisipasi kemungkinan dampak Covid-19 pada operasi kami,” tutur Nico.
Dia mengatakan, perusahaan telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak potensial dari penyebaran Covid-19 terhadap operasi kami. Sementara kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama, menurutnya perusahaan berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan produksi dan proyek sejauh mungkin. “Dengan pencapaian ini, kami yakin dapat mempertahankan tingkat produksi kami pada 2020,” kata Nico
Sebagai informasi, setelah dilakukan akuisisi saham sebesar 20 persen oleh MIND ID, Vale mengangkat Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika tahun 2014-2019, Rudiantara, sebagai wakil Presiden Komisaris. Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta.
Chief Financial Officer Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan bahwa pemegang saham menyetujui pengangkatan Rudiantara sebagai Wakil Presiden Komisaris dan Komisaris Independen Perseroan yang baru untuk periode sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2023 dan pengangkatan kembali Mark James Travers sebagai Presiden Komisaris, Luiz Fernando Landeiro, Cory McPhee dan Nobuhiro Matsumoto, masing-masing sebagai Komisaris Perseroan untuk periode sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2023.
“Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali Raden Sukhyar sebagai Komisaris Independen Perseroan untuk periode sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2021. Kami akan memenuhi persyaratan peraturan yang berlaku sehubungan dengan perubahan Dewan Komisaris Perseroan tersebut,” katanya, di Jakarta, Rabu (29/7/2020).
Pasalnya, Mahendra Siregar sebagai Wakil Presiden Komisaris dan Komisaris Independen Perseroan mengundurkan diri dan telah diterima oleh pemegang saham dan efektif sejak tanggal 25 Oktober 2019, dengan mengesampingkan ketentuan pemberitahuan tertulis kurang dari 90 (sembilan puluh) hari sebelumnya.
“Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan mengucapkan terima kasih kepada Mahendra Siregar atas dedikasi dan komitmen beliau kepada Perseroan selama masa baktinya,” tambahnya.
Lalu, perseroan juga mengangkat kembali Nicolas D. Kanter sebagai Presiden Direktur Perseroan yang masa jabatannya berakhir pada saat penutupan RUPST ini untuk jangka waktu sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan tahun 2021.
