Kolaborasi PGE dan Medco Power Kembangkan Energi Panas Bumi 700 MW
“Kajian akan meliputi aspek teknis, legal, lingkungan dan sosial, komersial (termasuk pendanaan) dan risiko. Itu diharapkan akan menghasilkan skema bisnis yang kompetitif dan berdampak positif untuk kedua belah pihak dengan mengutamakan pemenuhan aspek compliance (Good Corporate Governance/GCG),” imbuh Heru.
Lebih lanjut Heru mengatakan, PGE terus berkomitmen untuk meningkatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional menjadi 23 persen pada 2025, khususnya dari energi panas bumi. Apalagi wilayah kerja perseroan telah berkontribusi sekitar 88 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia.
Utilisasi dari kapasitas terpasang panas bumi atau geothermal di Indonesia untuk pembangkit listrik masih dapat dioptimalkan dalam masa pandemi COVID-19.
Untuk meningkatkan pemanfaatan tersebut, SVP Strategic & Investment Pertamina Daniel Purba mengatakan perlu adanya insentif dan komitmen dari pemerintah dalam pemanfaatan geothermal sebagai energi utama untuk pembangkit listrik (base load).
Apalagi menurut Daniel pemanfaatan energi terbarukan masih rendah. Untuk geothermal, pemanfaatannya 2,13 GW atau 8,9 persen dari potensinya 23,9 GW.


