Kurangi Impor dan Kerusakan Lingkungan, Pertamina Gaet Indika Energy Kembangkan Proyek Gasifikasi
Kerja sama ini pun diapresiasi oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin. Menurutnya, kerja sama ini sangat strategis mengingat Indonesia memiliki cukup banyak potensi batu bara berkalori rendah.
“Atas nama Kementerian ESDM, kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya karena program ini akan menjadi keunggulan kompetitif kita. Dengan gasifikasi batu bara, maka bisa menjadi substitusi impor. Dan kita juga berusaha menarik investasi lebih banyak, sehingga dapat mendatangkan multiplier effect,” ujarnya.
Sebelumnya, Pertamina dan Bukit Asam telah bekerja sama dengan perusahaan AS untuk membangun pabrik gasifikasi batu bara. Kedua perusahaan pelat merah itu pun mengaku memiliki opsi 40 persen kepemilikan saham dalam proyek tersebut.
Mereka pun tidak mengeluarkan biaya investasi dalam proyek pembangunan pabrik itu.
“Dalam proyek ini, baik Pertamina atau PTBA tidak mengeluarkan investasi untuk pembangunan processing company. Ini semua dilakukan investor,” kata Direktur Utama PTBA Arvian Arifin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, dikutip dari Antara pada Senin (7/12).
Arvian mengatakan PTBA, Pertamina dan perusahaan dari AS, Air Products and Chemicals Inc akan bekerja sama dalam proyek pabrik gasifikasi batu bara senilai US$2,1 miliar atau sekitar Rp30 triliun.
Dia mengatakan dalam proyek gasifikasi batu bara menjadi DME itu, PTBA akan berperan sebagai pemasok batu bara, penyedia infrastuktur dan lahan di kawasan Tanjung Enim, Sumatera Utara.
Sementara Pertamina menjadi offtaker atau pembeli DME yang dihasilkan. Adapun Air Products merupakan investor dan penyedia teknologi dalam pembangunan pabrik.[]


