Laporan Kinerja Lembaga Keuangan Indonesia di Region ASEAN
Sementara itu pada lingkup Asia Tenggara, tercatat nilai pasar sustainable finance ASEAN pada tahun 2020 sebesar 29,4 miliar USD. Singapura menempati posisi pertama sebagai negara yang lembaga keuangannya mengalokasikan green finance sekitar 11,9 miliar USD (40,5%). Angka ini dua kali lipat lebih besar dari Indonesia yang menempati posisi kedua dengan nilai sebesar 5,5 miliar USD (18,7%). Sementara itu, Filipina pada posisi ketiga sebesar 4,9 miliar USD (16,7%).
Portofolio hijau Singapura didominasi green loan, social bond dan certified climate bond, selain itu lembaga keuangan Singapura juga didukung dengan capital yang kuat dari bank-bank besarnya. Sementara untuk Indonesia portofolio yang mendominasi adalah sovereign green bond, sustainability bond dan social bond. Indonesia merupakan issuer terbesar untuk green bond yang mencapai 5 miliar USD, yang diikuti Filipina dan Singapura, sebesar 2,9 miliar USD dan 2,3 miliar
USD secara berurutan. Di sisi lain, Singapura menguasai pasar green loan melalui 35 kesepakatan yang mencapai 9,6 miliar USD, diikuti oleh dua negara lain yang juga merupakan issuer green loan yaitu Vietnam dan Malaysia dengan jumlah penyaluran yang relatif kecil. Singapura adalah regional leader di Asia Tenggara dengan 47 kesepakatan, yang terdiri dari 12 green bond dan 35 green loan.
