Lokasi Jatuh Satelit Telkom-3 Belum Diketahui, Cek Website Berikut Buat Jaga-Jaga
Untuk mengetahui kondisi cuaca antariksa saat ini bisa dilihat di Space Weather Information and Forecast Services (SWIFTS) di laman swifts.sains.lapan.go.id. Adapun untuk mengetahui benda-benda antariksa buatan yang sedang melintas di sekitar wilayah Indonesia di bawah ketinggian 200 km bisa dilihat di laman orbit.sains.lapan.go.id/index.php/pemantauan-realtime.
Sebagai Informasi, berdasarkan konvensi internasional, negara peluncur bertanggung jawab penuh atas korban/kerugian yang timbul atas benda jatuh antariksa.
Negara peluncur ini meliputi negara pemilik, negara yang meluncurkan, serta negara tempat peluncuran, sehingga pihak Indonesia dalam hal ini Telkom, sesuai amanat UU 21 tahun 2013, adalah pemilik benda antariksa, telah memiliki asuransi untuk menutup kemungkinan kerugian yang terjadi terhadap pihak ketiga dari peristiwa reentry ini.
Jatuhnya Satelit Telkom-3 yang memiliki orbit dengan inklinasi 49,9° diperkirakan memiliki resiko korban jiwa yang amat rendah, yakni sekitar 1:140000.
Lapan menjelaskan, pertimbangan utama perkiraan resiko tersebut adalah distribusi populasi manusia di muka Bumi tahun 2021 serta inklinasi orbit Satelit Telkom-3.
Nilai risiko tersebut jauh di bawah ambang yang mengkhawatirkan, misalnya Amerika Serikat menggunakan ambang 1:10000.[]


